PENDIDIKAN SEJARAH Qurban, Kisah Nabi Ibrahim AS

PENDIDIKAN SEJARAH Qurban, Kisah Nabi Ibrahim AS adalah ibadah yang dilakukan umat Islam saat hari raya Idul Adha. Qurban juga disebut sebagai Sunah Ibrahim. Ini mengikuti kisah nyata seorang ayah dan anak, Ibrahim dan Ismail, kesetiaan dan pengabdian mereka yang teguh kepada Allah SWT. Cerita hitoris ini berfungsi sebagai sarana motivasi, edukasi dan inspirasi bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia saat ini. Pada artikel pengetahuan ini, kita akan membicarakan cerita singkat.

sejarah Qurban Idul Adha

sejarah Qurban

Sejarah Qurban bermula dari mimpi Nabi Ibrahim AS. Dikatakan bahwa suatu malam Ibrahim AS bermimpi, di mana Allah SWT menyuruhnya untuk mengorbankan Ismail, anak kesayangannya. Mula-mula Ibrahim (AS) mengira itu adalah setan yang mempermainkannya dan dia langsung mengabaikannya. Namun pada malam berikutnya, mimpi yang sama terjadi lagi memerintahkannya untuk melakukan hal yang sama. Ibrahim AS kemudian menyadari bahwa ini bukan kebetulan dan sebenarnya, sebuah pesan dari Allah SWT. Pengetahuan ini penting kiranya sebagai pendidikan bagi umat Islam agar lebih mengetahui tentang ibadah kurban.

Nabi Ibrahim AS tentu mencintai anaknya, Ismail AS. Namun, beliau sepenuhnya siap untuk mengikuti perintah Allah SWT dan melakukan apa yang Dia perintahkan. Beliau membawa anaknya ke Gunung Arafah sambil membawa pisau dan tali.

Setelah sampai di Arafah, dia memberi tahu anaknya tentang mimpinya dan apa yang diperintahkan Allah SWT kepadanya. Sebagai anak yang patuh, Nabi Ismail AS segera memahami dan meminta agar tangan dan kakinya terikat. Sehingga dia tidak bisa melawan dan ayahnya menutup matanya sendiri. Sehingga sang ayah tercinta tidak perlu menyaksikannya penderitaanya.

Bagaimana awal mula sejarah Qurban?

Ibrahim AS melakukan seperti yang dikatakan oleh Ismail. Dia melakukan seperti yang Allah SWT perintahkan kepadanya.

Ketika dia melepaskan penutup matanya, mengejutkan!

Dia melihat mayat kambing yang mati di depannya. Ismail (AS) benar-benar tidak terluka berdiri di sebelahnya. Mula-mula dia mengira ada sesuatu yang salah dan dia tidak mematuhi perintah Penciptanya.

Kemudian Nabi Ibrahim AS mendengar sebuah suara yang mengatakan bahwa Allah SWT menjaga dia dan pengikutnya. Dia tidak perlu khawatir.

Ibrahim AS dan Ismail AS baru saja lulus ujian sulit dari Allah SWT! Inilah Sejarah Qurban sehingga umat Islam disarankan menyembelih hewan ternak dan berbagi pada sesama saat hari raya Idul Adha.

Sejak itu, setiap tahun, selama bulan Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia melakukan Qurban untuk mengingat apa yang Ibrahim lakukan. Muslim mengorbankan hewan (lebih baik seekor kambing, sapi atau unta) untuk mengenang sejarah tersebut.

Ibadah Qurban bagi umat Islam adalah pelajaran ketaatan. Sebagai umat Islam, kita harus mematuhi perintah Allah tanpa henti. Kita harus melakukan tugas yang telah Dia wajibkan untuk semua umat Islam. Seperti shalat, melakukan puasa, membayar zakat dan mengerjakan haji. Semoga Allah (SWT) memungkinkan kita untuk melakukan Sunah Ibrahim tahun demi tahun.

Dengan iman yang teguh dari ayah dan anak, Ismail digantikan oleh seekor domba jantan dan hidupnya diselamatkan oleh Allah. Dalam cerita ini, kita harus ingat bahwa Idul Adha bukan hanya sebuah perayaan, tapi juga mengingat salah satu kisah pengorbanan terbesar sepanjang sejarah. Sejarah Qurban bisa dijadikan sebagai Dongeng untuk Mendidik Anak.


manfaatkan situs Jual Beli Paypal Indonesia untuk mendapatkan uang dari bisnis internet