Lihat Keunikan 5 DESA WISATA di Bali Ini, Anda Pasti Kagum!

Lihat Keunikan 5 Desa Wisata di Bali Ini, Anda Pasti Kagum! Pulau Dewata tidak hanya memiliki banyak Dewa, tapi juga banyak objek pariwisata yang menarik bahkan mengagumkan. Kalau Anda selama ini ke Bali untuk menikmati pantai-pantai eksotisnya, atau sebatas menyaksikan kekayaan budaya dan keseniannya, kini Anda juga bisa mengagumi desa-desa adatnya yang ternyata begitu unik dan layak dikunjungi.

desa wisata di Bali

desa wisata di Bali

Desa wisata di Bali mempunyai pemandangan indah. Desa-desa adat ini masih mempertahankan keaslian budaya tradisional suku Bali, yang masing-masing mempunyai keunikan atau ciri khas tersendiri. Desa-desa ini lantas dikembangkan sebagai Desa Wisata yang terbuka bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Sejak itu, banyak wisatawan kian memadati desa-desa wisata ini, baik untuk melihat langsung bentuk bangunan rumah tradisional suku Bali, suasana lingkungan pedesaan Bali yang masih asli, adat dan tradisi penduduknya, dan terlebih melihat keunikan yang ada pada desa-desa ini. Anda yang ingin ke Bali tapi tak memiliki budget banyakpun tetap dapat berkunjung ke Bali karena banyak tiket murah untuk rute ke Bali.

Berikut ini adalah panduan Desa-desa Wisata populer di Bali yang punya nilai keunikan dan sangat menarik untuk Anda kunjungi.

Desa Panglipuran

Dulu, desa ini hanyalah sebuah desa biasa yang kuat dalam mempertahankan adat istiadat para leluhurnya. Sebelum pada tahun 1990, sejumlah mahasiswa Udayana melaksanakan Kuliah Kerja Nyata dengan membangun taman-taman kecil dan melakukan penataan lingkungan desa. Setahun kemudian, desa ini mulai dikunjungi beberapa wisatawan.

Desa Wisata Panglipuran berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Bali, jaraknya sekitar 45 km dari Denpasar, dan tidak jauh dari Kintamani. Nama Desa ini terambil dari kata pengeling dan pura yang artinya tempat suci untuk mengenang para leluhur. Berkat kearifan penduduknya dalam menjaga keasrian lingkungan desa, pun mempertahankan budaya adatnya, Desa ini mampu meraih penghargaan Kalpataru dan berhasil dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia, bersanding dengan Desa Terapung Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.

Anda tidak boleh membawa motor Anda masuk ke desa ini, sebab motor memang dilarang masuk, sehingga udara di desa in betul-betul bersih dan sejuk. Penataan desa dan rumah-rumahnya yang saling berhadapan membuatnya terlihat sangat apik, dengan jalan utama desa menuju ke sebuah pura megah yang berdiri di tengah-tengahnya.

Uniknya, Desa Wisata Panglipuran tidak pernah mengalami kekeringan walau sedang kemarau. Anda hanya akan dikenakan biaya berkunjung sebesar 15 ribu untuk turis lokal, dan 30 ribu untuk turis asing.

Desa Trunyan

Orang Bali punya tradisi Ngaben atau membakar jenazah sebagai ritual dalam memakamkan orang yang meninggal, sesuai ajaran mayoritas penduduknya yang beragama Hindu. Namun, tidak semua orang meninggal diperlakukan sama di Bali, misalnya di Desa Panglipuran, di mana jasad mereka akan dikubur ke dalam tanah. Di Desa Trunyan ini, Anda akan melihat keunikan yang luar biasa dalam cara memperlakukan jasad orang meninggal.

Desa tertua di Bali ini memiliki sebuah pohon keramat besar bernama “Taru Menyan” yang usinya sudah ribuan tahun. Pohon tua ini dipercaya penduduk Desa Trunyan sebagai pohon menyan yang berbau harum, nama pohon ini lantas menjadi asal penamaan Desa Trunyan, dan dii bawah pohon inilah bernaung sebuah kuburan tua.

Jasad-jasad orang yang meninggal di Desa Trunyan diletakkan begitu saja di tanah hingga membusuk di bawah pohon tua ini. Untuk melindungi jasad, penduduk desa menutupinya dengan kurungan bambu. Selain itu, mereka punya ketentuan untuk tidak boleh meletakkan lebih dari 11 jasad di kuburan ini, dan hanya boleh jasad penduduk desa yang meninggal secara wajar juga sudah pernah menikah.

Bagian uniknya, jasad-jasad yang dibiarkan menggeletak lama di sini tidak akan berbau busuk, lantaran pohon menyan yang diyakini bisa menyerap bau busuk dari proses pembusukan alaminya. Anda bisa datang ke desa unik di bawah kaki bukit pegunungan Batur ini dengan menaiki perahu boat dari Pelabuhan Kedisan, Kintamani, melintasi Danau Batur, hingga sampai di sebuah gapura bertuliskan “Sema Wayah”, yaitu kuburan di Desa Trunyan.

Desa Ubud

Kawasan Ubud sudah menjadi destinasi wisata populer di kalangan wisatawan dunia. Pemandangan alam Ubud berupa sawah terasering yang hijau asri, berpadu dengan sejuknya udara khas pegunungan, dilengkapi bermacam-macam fasilitas wisata yang menarik, juga sebagai pusat budaya kesenian tradisional Bali, menjadikan Ubud kian diminati pengunjung wisatawan.

Ubud mempunyai obyek-obyek wisata yang bisa Anda kunjungi, selain ada banyak galeri seni, pagelaran seni tari setiap harinya, toko-toko souvenir, dan kafe-kafe menarik di tepi sawah, Anda juga bisa singgah ke Museum Blanco, Monkey Forest, Pura Taman Saraswati, Goa Gajah, Pemandian Tampak Siring, Pasar Sukawati, Air Terjun Tegenungan Kemenuh, dan menonton pementasan Tari Barong di Istana Kerajaan Ubud.

Kalau Anda pecinta seni patung, Anda bisa berjalan-jalan di sepanjang kawasan Gianyar, Ubud. Desa wisata di Bali ini dipenuhi dengan toko-toko kerajinan patung karya para pematung di Bali. Di sini, Anda akan puas mengamati karya masterpiece hasil seniman-seniman patung yang berbakat, bahkan Anda bisa melihat proses pembuatannya, sebelum akhirnya membeli salah satu karyanya sebagai kenang-kenangan, yang harganya tentu sangat istimewa lantaran Anda beli langsung dari pengrajinnya.

Desa Tenganan

Desa Wisata Tenganan adalah salah satu dari tiga desa asli di Pulau Bali yang terkenal dengan sebutan Bali Aga. Di sini, penduduknya masih memegang teguh adat istiadat tradisional dari para leluhurnya. Keunikan desa ini terletak pada pola hidup penduduknya yang masih menerapkan sistem barter atau bertukar barang demi kelangsungan hidupnya.

Kalau Anda mengunjungi desa ini, Anda tidak perlu membayar tiket masuk. Meski tersedia loket kecil berukuran pas badan sebagai tanda gerbang masuk desa. Namun, Anda diharapkan menyumbang dana secara sukarela saja. Turis bisa mengunjungi Tempat Wisata yang indah ini secara gratis!

Sebagian besar penduduk Desa Tenganan bekerja sebagai petani dan pengrajin. Seperti pengrajin bambu, lukisan, ukiran, dan penenun Kain Gringsing yang terkenal berasal dari desa ini. Penduduk desa menjual hasil kerajinannya kepada turis untuk meningkatkan pendapatan pariwisata desa. Anda sebaiknya berkunjung ke desa ini pada bulan Juni. Di mana biasanya diadakan upacara adat Pesta Perang Pandan yang menarik untuk disaksikan.

Desa Ambengan

Desa ini berlokasi di Kabupaten Buleleng, Kecamatan Sukasada, Bali, kurang lebih berjarak 5 km dari Kota Singaraja. Ada banyak potensi wisata alam yang bisa Anda telusuri di dalam desa ini. Setidaknya ada 4 buah air terjun dan beberapa kolam alami yang menjadi unggulannya, selain potensi keindahan sawah teraseringnya.

Di tempat ini, Anda bisa menikmati berendam di kolam alami. Sambil menikmati hawa sejuk yang segar, ditemani pemandangan alam Bali yang hijau memukau. Keunggulan wisata alam di desa ini akan melengkapi petualangan relaksasi Anda di Pulau Bali.

Apakah desa wisata di Bali yang paling indah?

Masih ada banyak desa-desa wisata lainnya di Bali yang layak Anda kunjungi. Dinas Pariwisata Bali pun terus-menerus mengembangkan dan melakukan inovasi untuk membawa pariwisata Bali ke mata dunia.

Keindahan desa wisata di Bali menarik kunjungan turis Indonesia dan luar negeri. Anda bisa mulai merencanakan perjalanan ke Bali untuk mengunjungi desa-desa wisata ini. Kalau Anda bisa mengambil waktu perjalanan di luar musim liburan, Anda bisa mendapat harga tiket pesawat murah di website travel agent, sebab harga tiket pesawat ke Bali di musim liburan cukup mahal.


manfaatkan situs Jual Beli Paypal Indonesia untuk mendapatkan uang dari bisnis internet

cari informasi berita pada situs globalwealthdjm.com:

  • desa wisata bali